KENDARI – Gelaran bergengsi Kejuaraan Antar Pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK se-Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026 resmi berakhir pada Minggu (10/05). Kompetisi yang berlangsung selama sepekan sejak 3 Mei ini menyuguhkan drama lapangan yang luar biasa, terutama di kategori SMA/SMK sederajat.

Sektor Putri: SMAN 2 Raha Tak Terbendung

Di partai puncak kategori putri, SMAN 2 Raha berhasil mengukuhkan diri sebagai yang terbaik setelah menumbangkan perlawanan sengit dari SMAN 1 Sampara perwakilan Kabupaten Konawe. Meski tampil di bawah guyuran hujan dan kondisi lapangan outdoor yang menantang, kedua tim tetap menunjukkan sportivitas tinggi.

SMAN 2 Raha keluar sebagai Juara I, disusul oleh SMAN 1 Sampara yang harus puas membawa pulang predikat Juara II.


Sektor Putra: SMAN 1 Unaaha Naik Podium Utama

Sementara itu, di kategori putra, tensi pertandingan tidak kalah panas. SMAN 1 Unaaha tampil dominan dan berhasil mengamankan gelar Juara I. Mereka sukses meredam ambisi SMAN 2 Raha yang harus rela menempati posisi Juara II pada kategori ini.


Catatan Pelatih: Antara Pengalaman dan Evaluasi

Keberhasilan SMAN 1 Sampara menembus babak final mendapat apresiasi besar dari sang pelatih, Sahiruddin. Ia mengaku bangga dengan performa anak asuhnya yang mampu memetik pengalaman berharga dari berbagai tim lawan di tingkat provinsi.

“Kegiatan ini sangat positif. Bermain di lapangan outdoor saat musim hujan memberikan tantangan tersendiri yang menambah jam terbang serta performa bertanding para siswa,” ujar Sahiruddin.

Namun, di balik kesuksesan acara tersebut, Sahiruddin juga memberikan catatan kritis kepada pihak penyelenggara demi kemajuan kompetisi di masa depan. Ia menekankan pentingnya profesionalisme yang lebih matang, terutama pada poin-poin berikut:

  • Administrasi & Pendampingan: Verifikasi peserta dan pendamping tim harus lebih ketat dan profesional.

  • Fasilitas Pertandingan: Kualitas lapangan dan standar bola yang digunakan perlu ditingkatkan.

  • Kualitas Wasit: Kepemimpinan wasit di lapangan sebagai pengadil utama harus tetap dijaga integritasnya.

  • Apresiasi: Pemberian hadiah yang lebih representatif sebagai bentuk penyemangat bagi tim-tim yang telah berjuang.

Turnamen ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi atlet-atlet muda Sulawesi Tenggara untuk melangkah ke ajang yang lebih tinggi, dengan harapan penyelenggaraan di tahun mendatang dapat berjalan jauh lebih profesional dan kompetitif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *