KONAWE – Guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekolah dalam menghadapi ancaman bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menyambangi SMAN 1 Sampara pada Kamis (23/04/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan intensif kepada para siswa mengenai tata cara menghadapi situasi darurat, khususnya simulasi penanganan gempa bumi. Langkah ini merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan untuk meminimalisir risiko dampak bencana di lingkungan pendidikan.

Membentuk Pemimpin di Lapangan

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Konawe menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi juga praktik evakuasi yang tepat. Harapannya, para siswa tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga memiliki kapasitas sebagai pemimpin (leader) saat terjadi bencana yang sesungguhnya.

“Kami ingin siswa SMAN 1 Sampara menjadi garda terdepan. Ketika gempa terjadi, mereka harus tahu apa yang dilakukan, ke mana harus mengarahkan rekan-rekannya, dan bagaimana membantu warga di sekitar sekolah dengan tenang dan terukur,” ungkap perwakilan BPBD dalam arahannya.

Fokus Pelatihan

Materi yang diberikan mencakup beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Teknik Perlindungan Diri: Cara melindungi kepala dan organ vital saat guncangan terjadi.

  • Jalur Evakuasi: Pemahaman mengenai titik kumpul aman dan penggunaan jalur evakuasi yang efektif.

  • Pertolongan Pertama: Simulasi dasar membantu korban yang mengalami cidera ringan saat evakuasi.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini. Dengan adanya pelatihan dari BPBD, SMAN 1 Sampara diharapkan dapat menjadi sekolah tangguh bencana yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan warga sekitar di masa depan.(Fina)


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *